Ziarah Walikota

Diantara hal yang sering diakukan oleh walikota Samarinda H. Syaharie Jaang dalam berbagai kegiatan beliau adalah menyempatkan diri untuk berziarah kepada da’i, habaib dan ulama, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia.

Berziarah kepada mereka yang masih hidup tentu selain buat menjalin silaturahmi juga meminta doa dan nashihat. Adapun berziarah kepada yang sudah meninggal dunia adalah mengambil banyak hikmah dari kehidupan dan kematian. Juga mengucap salam dan berdoa untuk mereka.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Bar dalam al-Istidzkar (1/185) dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ أَحَدٍ يَمُرُّ بِقَبْرِ أَخِيهِ الْمُؤْمِنِ كَانَ يَعْرِفُهُ فِي الدُّنْيَا فَيُسَلِّمُ عَلَيْهِ إلَّا عَرَفَهُ وَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ

Apabila ada seseorang yang melewati kuburan saudaranya sesama mukmin yang dia kenal di dunia, lalu dia memberi salam, maka saudaranya akan akan menjawab salamnya.

Hadits ini juga disampaikan oleh Ibnu Taymiah
dalam Majmu’ Fatawa beliau. Dan beliau menyatakan:

قال ابن المبارك : ثبت ذلك عن النبي صلى الله عليه وسلم وصححه عبد الحق صاحب الأحكام

Ibnul Mubarok mengatakan, “Hadis ini shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dishahihkan Abdul Haq, penulis kitab al-Ahkam.” (Majmu’ Fatawa, 24/331).

Selain itu hadis ini juga dishahihkan al-Hafidz Abdul Haq al-Isybili, al-Qurthubi dalam al-Mufhim (1/500), al-Iraqi dalam Takhrij Ihya Ulumiddin (4/491), demikian pula as-Syaukani dalam Nailul Authar (3/304).

Jadi tidak diragukan lagi keshahihan hadits soal mayit mendengar, merasa bahagia saat diziarahi, bahkan menjawab salam orang yang menziarahi makam mereka.
Menarik sekali, Ibnul Qoyim mengatakan,

والسلف مجمعون على هذا ، وقد تواترت الآثار عنهم بأن الميت يعرف زيارة الحي له ويستبشر به

Para salaf dan ulama sepakat tentang ini, dan terdapat banyak riwayat dari mereka bahwa mayit mengetahui orang hidup yang menziarahinya dan merasa senang dengannya. (ar-Ruh, hlm. 5)

Keterangan lengkap dari Ibnu Katsir,

وقد شرع النبي صلى الله عليه وسلم لأمته إذا سلموا على أهل القبور أن يسلموا عليهم سلام من يخاطبونه فيقول المسلم: السلام عليكم دار قوم مؤمنين، وهذا خطاب لمن يسمع ويعقل، ولولا هذا الخطاب لكانوا بمنزلة خطاب المعدوم والجماد، والسلف مجمعون على هذا، وقد تواترت الآثار عنهم بأن الميت يعرف بزيارة الحي له ويستبشر

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mensyariatkan kepada umatnya ketika mereka memberi salam kepada penghuni kubur, agar disampaikan seperti menyampaikan kepada orang yang ada di depannya. ‘Assalamu alaikum, wahai penghuni kampung kaum mukminin” sementara panggilan semacam ini hanya bisa diarahkan kepada orang yang bisa mendengar dan berakal. Andai bukan seperti ini panggilannya, tentu statusnya seperti memanggil sosok yang tidak ada atau benda mati. Dan para ulama salaf sepakat hal ini. Terdapat banyak riwayat dari mereka bahwa mayit mengetahui orang hidup yang menziarahinya dan merasa senang dengannya. (Tafsir Ibnu Katsir, 6/325)

Jadi berziarah dan berdoa di makam orang shaleh bukan meminta atau berdoa kepada mayit dan bukan perbutan syirik sebagaimana dituduhkan oleh sebagian orang, tapi mengucap salam dan mendoakan mereka, seraya tentunya berharap mereka senang dan juga mendoakan kita agar Allah menggolongkan kita dalam golongan hamba yang dicintaiNya sebagaimana mereka dicintai Allah.

Jika berziarah ke makam orang biasa saja terkandung kemaslahatan yang besar, apalah lagi berziarah ke makamnya aulia dan orang-orang shaleh yang kita percayai mereka dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kali ini dalam perjalanan dari Ujoh Bilang Mahakam Ulu ke Tering Kutai Barat, rombongan walikota berziarah ke makam Syekh Adu Manan bin Syekh Abdullah yang wafat pada sekitar tahun 1778 M di desa Sirau, Kutai Barat Kalimantan Timur. Konon beliau adalah salah seorang da’i yang mendakwahkan Islam di pedalaman Mahakam.

Semoga berkat ziarah ini kita selalu diberikan hidayah oleh Allah dengan rasa kecintaan kepada orang-orang shaleh kekasih Allah. Dan semoga kitapun digolongkan dalam kelompok hamba-hamba yang dicintaiNya pula… Aamiin

Abdillah
Abdillah