Bagi saya tegas itu adalah teguh dengan prinsip dan tidak mudah berkompromi dengan kejahatan. Tegas tidak identik dengan marah-marah, menyinyir, mencaci atau selalu harus bertentangan dengan orang dengan dalih perjuangan. 
Tak sedikit kok orang yang terlihat ‘garang’, suka ngomong keras, gemar berkonflik dan menentang orang lain, namun sebenarnya dia tidak tegas. Pendiriannya mudah berubah, dan wala wal baro nya (loyalitas dan antipati) bisa bertukar dengan cepat. Dasar sikapnya sebenarnya bukan militansi tapi kepentingan nafsu pribadi. 
Tegas bagi saya adalah konsisten dan konsekuen dengan pilihan hidup yang benar-benar sudah diyakini sebagai hal yang terbaik. Penerapannya bisa saja secara adem, santun dan tak perlu ngegas. Karena tampilan aksi fisik hanyalah ushlub (cara) dan sarana dalam membangun ketegasan itu.
Ada kalanya kita memang harus keras secara zahir namun ada saatnya juga kita selow dalam mengumbar kata dan tindakan dan lebih berorientasi pada nilai keyakinan serta kebajikan yang sedang diemban, bukan pada citra tampilan semata. 
Selamat menikmati akhir pekan. Berbeda dalam segala hal adalah sunnatullah, namun menjalin sinergi untuk mencapai kebaikan dunia dan akhirat itu adalah kebutuhan kita sebagai hamba yang diciptakan Allah menjadi mahluk sosial. 
Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *