Suamimu Pekerja Kasar

Saudariku yang mungkin tengah menyesali nasib karena memperoleh suami hanya seorang pekerja kasar dengan penghasilan yang lebih sering kurangnya dibanding pas-pasan. Banyaklah bersyukur kepada Allah karena, boleh jadi sebenarnya kau sedang memperoleh lelaki yang bertanggung jawab.

Menjadi pekerja kasar?

Ya, tak sembarang lelaki yang bisa mengalahkan gengsi demi mencari rejeki halal untuk ia masukan ke mulutmu dan anak-anakmu. Tidak semua lelaki mampu menahan hati mendengar keluhanmu dan menetapi jalan halal, tidak tergoda untuk menjadi pelaku kriminal.

Jangan kalian merasa hina, memiliki suami yang lusuh penampilannya dan kasar genggaman tangannya karena gigih bekerja. Jangan kau tergoda dengan tampilan para lelaki klimis dengan pakai mewah dan rapi. Atau pemuda tampan dengan gaya yang keren menunggangi kendaraan terbaru dan mahal. Karena belum tentu semua itu mereka peroleh dengan cara yang halal.

Belum tentu yang tampak indah dipandanganmu itu akan indah saat di sisimu. Berapa banyak wanita yang tergoda dengan harta, ketampanan, bahkan kehormatan jabatan seorang lelaki, justeru akhirnya terjebak dalam penderitaan yang dalam lagi berkepanjangan.

Boleh jadi… Mereka

> Pakaian yang dikenakan mungkin tampak indah, namun tubuh yang dibalut oleh pakaian itu terasa rungkih dan remuk redam.

> Kendaraan yang ditunggangi mungkin mahal dan mewah, namun ia selalu merasa tak pernah sampai pada tujuan.

> Jabatan dan gelarnya mungkin panjang berderet, namun pikirannya pendek dan mudah putus asa.

Maka, mari syukuri apa yang sudah Allah berikan dengan segala hal yang mungkin saat ini tak kau sukai. Karena engkau belum tahu hikmah apa yang tersisip dari taqdirNya untukmu.

Wallahu a’lam

JENDELA NURANI
(Abdillah Syafei)

Abdillah
Abdillah