Semoga kita termasuk orang yang tahu diri, sibuk bermuhasabah dan introspeksi. Bukan malah sibuk menilai orang lain apalagi menilai mereka yang ilmu kita tak ada seujung kukunya. Belajar dan menyimak jauh lebih selamat daripada memvonis dengan sedikit bekal. 
Semoga kita rajin membaca dan menyimak fatwa ahli ilmu, bukan rajin berfatwa tanpa ilmu. Tidak hanya soal agama tapi dalam segala bidang yang ada. Sebab terlalu berani berteori dengan kafasitas yang belum mencukupi kadang melahirkan ajaran yang menyesatkan. Ninimal disalahfahami umat. 
Semoga kita sibuk memperbaiki diri dan meningkatkan aneka potensi. Bukan sibuk mengkritik dan mencari kesalahan orang lain. Jangan sampai kita berlaku laksana “calo terminal”, yang dengan semangat menunjukan  kendaraan untuk orang pergi ke tempat jauh sementara dirinya tidak kemana-mana. 
Semoga kita sibuk ber amar ma’ruf nahi munkar, bukan rajin nyinyir pada  pejuang kebenaran dan pengabdi sosial. Bilapun kita belum mampu berbuat kebajikan paling tidak kita tak mencela apalagi menghalangi amaliah mereka.
Semoga kita dijadikan manusia yang memiliki rasa empati terhadap derita dan kesusahan orang lain. Bukan malah sibuk menutupi dan mengingkari perbuatan kaum dzalim. Apapun agama, bangsa dan organisasinya, nilai kemanusiaan adalah sangat utama. Karena kita diajarkan oleh Rabb kita agar kebencian kita kepada suatu kaum sekalipun tidak menghalangi untuk berbuat adil kepada mereka.
Semoga kecintaan dan loyalitas kepada suku, kelompok, golongan dan organisasi tak mengalahkan cinta kita kepada Allah fan Rasul Nya. Sehingga kita istiqomah dalam iman dan taqwa hingga Husnul Khatimah tiba.
Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin
24 Desember 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *