Salah Kaprah

MMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), salah kaprah adalah ‘kesalahan yg umum sekali sehingga orang tidak merasakan sebagai kesalahan’. Menjadi umum karena sebuah kesalahan telah melalui proses pemakaian yang luas. Proses pemakaian yang luas disebabkan oleh banyak hal (pihak), di antaranya media massa, penggunaan bahasa daerah dan asing, dan pendidikan.

Contohnya? Banyak sekali. Beberapa diantaranya adalah berikut ini. Mohon sahabat yang membaca status ini jangan tersinggung jika mengalami salah kaprah seperti ini. Saya juga pernah kok.. 🙂 Yang penting nggak usah malu memperbaiki kesahan.

ACUH
Biasanya kata ini   diartikan nggak peduli, padahal “acuh” itu sendiri artinya peduli. Jadi, kalau nggak peduli jadinya tidak acuh.

SERONOK
Pernah ada pejabat yang menyinggung soal pakaian, melarang orang untuk berpakaian seronok. Padahal “Seronok” itu artinya enak dilihat. Jadi kalau menyuruh orang untuk berpakaian tidak seronok, berarti menyeruh mereka untuk berpakaian yang tidak enak diliat.

GEMING
“Diam tak bergeming”, itu  adalah salah satu contoh kalimat yang kata di dalamnya kurang tepat. “Bergeming” itu artinya diam tidak bergerak.

Yang saya contohkan di atas adalah salah kaprah pemakaian kata. Tentu ada juga salag kaprah dalam pemakaian kalimat dan penyusunan bahasa. Contohnya tentu sangat banyak sekali.

Wallahu a’lam
(Disarikan dari tulisan orang)

Abdillah
Abdillah