Ada bermacam ikhtilaf yang sudah terjadi di kalangan ulama salaf sejak RATUSAN TAHUN silam. Aneka argumen sudah berulang kali diadu dan tak juga ada yang kalah. Sebenarnya semuanya menang, karena sama-sama memiliki hujjah yang kokoh berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah.

Mereka yang berdebat ilmiah adalah para ulama besar yang sulit untuk kita tuduh sebagai penentang Sunnah. Mereka adalah mutiara-mutiara zaman yang menghabiskan usia, pikiran dan tenaganya untuk membela agama. Mereka tak kita ragukan lagi eksistensi mereka sebagai orang-orang yang ikhlas dalam hidupnya.

Dan realita yang suka atau tidak suka harus kita akui adalah bahwa mereka memang BERBEDA faham dalam banyak persoalan. Mulai masalah aqidah hingga perkara ibadah dan muamalah.

Maka, menurut pendapat saya, mempertentangkan apalagi menjadikan perbedaan mereka sebagai alat untuk saling menghina dan menista adalah langkah yang tak akan membawa manfaat apa-apa. Maka kita sebagai PENGIKUT dari sebagian mereka, cukuplah menjelaskan pilihan kita tersebut kepada saudara seiman yang mungkin memilih ulama salaf yang berbeda dengan kita untuk diikuti.

Cukup kita saling mengetahui argumen “madzhab” kita dan kawan kita yang boleh jadi berbeda. Kalaupun ingin mempengaruhinya agar sefaham dengan kita, maka dilakukan dengan bujukan bukan dengan bantahan, apalagi bantahan keras yang memicu pertengkaran.

Sudah terlalu banyak korban-korban manhaj dakwah yang buruk di sepanjang perjalanan sejarah umat ini. Apakah harus kita ciptakan korban-korban baru di tiap generasi yang kita lewati? Tidak cukupkah pengalaman pahit aneka perpecahan bahkan permusuhan memutus silaturahmi dan membuat umat saling menyakiti?

Sementara saat ini kaum munafiq dan kafir harbi tengah mengintai kelemahan kita. Ketika kita berpecah belah dan saling menyerang mereka tinggal memetik hasil dan menuntaskan pekerjaan kita menghabisi sesama saudara.

Wallahumusta’an

JENDELA NURANI
(Abdillah Syafei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *