Mungkin bagi sebagian (kebanyakan) orang status facebook itu adalah bentuk CURHAT. Ada yang blak-blakan mengeluh dan ada yang tersamar. Namun bagi seorang penulis, da’i, motivator dan orang-orang yang aktifitasnya memberi ‘pencerahan’ tak mesti yang ditulis adalah masalah sendiri.Kadang lebih banyak berisi analisa, reaksi maupun respon terhadap dunia yang disaksikannya. Malah tak jarang apa yang diungkapkan tak lebih dari imajinasi (rekaan) untuk dijadikan bahan perenungan.

Jadi, saat (misalkan)  mereka tiba-tiba menulis tentang pentingnya seorang wanita belajar memasak, belum tentu karena istrinya tak bisa memasak. Atau saat ia bercerita tentang sebuah cinta dalam statusnya, bukan berarti ia tengah jatuh cinta pada seseorang. Juga (mungkin) saat ia mengungkapkan pendapatnya tentang kejahatan, bukan karena ia habis ditipu orang.

Bahan tulisan bisa diambil dari apa saja selama itu menarik untuk dibahas dan dijadikan bahan perenungan. Materi
motivasi bisa apa saja selama itu menyangkut sikap hidup dan kondisi kejiwaan manusia. Perumpamaan bisa diambil dari kehdupan siapa saja selama itu bermanfaat dan memberikan pencerahan.

Demikian pula saya. Bukan berarti masalah yang saya tulis adalah pasti masalah yang terjadi pada diri saya sendiri. 🙂

Walahu a’lam

16/1/2017

JENDELA NURANI
(Abdillah Syafei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *