Pluralisme dan Ralitanya

Perbedaan itu adalah kenyataan yang harus kita terima. Sehingga menampakkan perbedaan dengan apa adanya justeru merupakan bentuk kesiapan menerima perbedaan tersebut.

Namun nyatanya? Berapa banyak orang yang katanya menerima perbedaan dan menyuarakan “pluralisme” justeru tidak siap mengamalkan konsepnya sendiri.  Saat melihat orang yang tak sependapat dengannya justeru ia yang gusar. 

Akhirnya, bagi orang-orang ini pluralisme memiliki standar ganda. Saat ia butuh pengakuan maka pluralisme digemakan. Namun saat orang lain tampil beda, justeru dicap tak menerima realita yang sudah ada.

#tanyakenapa

Abdillah
Abdillah