Cerita ‘manis’ maupun kisah ‘pahit’ yang terjadi kemarin akan menjadi bagian dari sejarah hidup kita. Ia akan merangkai sebuah roman yang indah sekiranya kita mau memetik aneka hikmah yang telah Allah ‘sisipkan’ di dalamnya. 
Penyesalan memang perlu bagi peristiwa pahit, namun hendaknya penyesalan itu diarahkan untuk mengingatkan diri akan pentingnya kehati-hatian dalam berbuat. Demikian pula moment yang manis hendaknya menjadi pemicu rasa syukur yang berlimpah dan menjadi bahan renungan untuk membuktikan bahwa tiada kebaikan yang tak menghasilkan kebaikan yang lebih besar.
Saudaraku, sunatullah adalah bahwa kebaikan yang ditanam akan menghasilkan kebaikan yang berlipat-lipat, sedangkan keburukan yang disemai akan menumbuhkan keburukan pula. Hidup ini memang menjalankan taqdirNya, namun Dia juga sertakan ikhtiar sebagai pilihan di dalamnya. Oleh karena itu, hendak jadi apa masa depan kita, kitalah yang memilihnya saat ini. Kalaupun kadang kita lalai dan tersalah dalam melakukan pilihan, Dia masih beri kesempatan untuk merubah pilihan tersebut. Selalu Ia sediakan banyak opsi selain opsi ‘buruk’ yang sudah terlanjur kita pilih sebelumnya.
Bahkan dengan keMaha Pengasih, Penyayang dan Pengampun-Nya, Dia memberikan opsi untuk mengulang permainan hidup ini dari nol kembali. Syaratnya adalah dengan TAUBATAN NASUHA dan ketika UMUR masih tersisa… Ayo semangat memperbaiki diri dan memilih opsi yang lebih menguntungkan kehidupan dunia dan akhirat kita…
<3 @bdillah <3
16/9/2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *