يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

”Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kalian.” (QS. Al-Baqarah: 208)

Sahabat dan kerabat yang dirahmati Allah. Menjadi seorang muslim berarti kita berserah diri secara ‘totalias’ kepada Allah. Rasa cinta, pembelaan, dan ketaatan dalam menjalani hukum-hukumnya. Oleh karena itu sangat aneh dan janggal jika ada seorang yang mengaku muslim dan beriman kepada Allah namun selalu berucap dan bertindak yang menentang ajaran Allah.

Entah sadar ataukah tak sengaja, kita banyak menemukan (terutama di media sosial) orang-orang yang secara zahir fisiknya menampakan bahwa dia muslim, namun tutut katanya bahkan sikapnya selalu berseberangan dengan agama dan umat Islam. Apalagi dengan para ulama, mereka menampakkan kebencian dan antipati.

Sahabat dan kerabat yang sholeh dan sholehah. Mari mawas diri, dan jaga tulisan maupun ucapan kita. Mari introspeksi ke dalan jiwa kita, adakah pembelaan kita terhadap Allah dan agamaNya? Ataukah selama ini kita justeru sibuk membela kaum kafir, kaum munafiq dan orang-orang jahat, hingga sampai melecehkan agama dan ulama? Na’udzubillahi min dzalik.

Pedih dan pilu hati rasanya jika melihat orang yang mengaku muslim namun selalu berada di pihak kejahatan. Kasihan dan sedih, karena kita sangat menyayangkan saudara kita yang tertipu oleh manipulasi dan penciteraan orang jahat. Bahkan karena tak mau mengkaji agama dengan berguru, tak sedikit dari saudara  kita yang begitu mudah ditipu oleh orang jahat dengan argumen-argumen sesat.

Sahabat dan kerabat… Bila ada langkah kita yang serasa terhambat oleh fatwa ulama dan orang-orang shaleh, maka selayaknyalah kita khawatir, jangan-jangan kita tengah tersalah jalan… Na’udzubillahi min dzalik.

Lalu bertanyalah kepada nurani, mengapa saya lebih percaya kepada orang yang tak beriman kepada Allah dan meninggalkan ulama yang sudah jelas lebih memahami akan agama?

Sahabat dan kerabat, semoga Allah selalu menjaga kita dan menetapkan kita dalam keimanan dan kepasrahan yang total hanya kepadaNya, sampai sang husnul khatimah menjemput kita di ujung batas kehidupan… Aamiin

(Syafei Samarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *