Mudik, Pulang Kampung

Ahamdulillah saya selalu pulang kampung. Tidak hanya saat hari raya, tapi sering. Sering sekali saya mengunjungi orang tua dan keluarga di kampung kelahiran. 

Saya mungkin termasuk orang yang tidak terlalu disusahkan dengan tingginya harga tiket angkutan umum seperti pesawat terbang dan kereta api. Bahkan melambungnya tarif tol juga nggak menjadi pikiran saya. Alhamdulillah di akhir Ramadhan ini perhatian saya bisa lebih fokus kepada hal lain yang lebih bermanfaat bagi keluarga. 

Apakah karena saat ini tingkat ekonomi saya sudah meningkat, sehingga memiliki penghasilan yang tinggi? 

Bukan itu penyebabnya. Sebabnya adalah karena kampung halaman saya sangat dekat, di Lempake, sebuah desa di pinggiran kota Samarinda yang sekarang sudah menjadi kelurahan.  Hanya butuh beberapa menit dan tak sampai menghabiskan satu botol bensin untuk bisa bolak-balik ke Lempake. Bahkan dalam sehari bisa puluhan kali, kalau mau dan kalau nggak takut dianggap tidak waras. 😀

Buat sahabat sekalian yang pulang kampungnya jauh, semoga diberi rejeki yang banyak oleh Allah sehingga bisa membeli tiket dan membiayai perjalanan hingga kampung halaman. Dan tentunya juga bisa membawa oleh-oleh khas Samarinda untuk keluarga di sana… Aamiin

Mohon maaf lahir dan batin.

Samarinda 26 Ramadhan 1440 H

✍️ Abdillah Guru Syafei

Abdillah
Abdillah