Percayalah, sebagaimana juga kegembiraan, kesusahan di dunia ini pasti ada akhirnya. Jika saat ini anda sedang mengalami kesusahan optimislah bahwa kebahagiaan tengah menanti di hadapan. Syaratnya anda harus mempersiapkan diri untuk menyambut kebahagiaan tersebut.

Bagaimana cara menyambut kebahagiaan? Ya dengan bersabar dan mengambil banyak-banyak pelajaran dari kesusahan saat ini. Hayati kesusahan itu, kenali karakternya secara utuh, sadarilah bahwa ternyata kesusahan itu tak lebih dari reaksi kita terhadap taqdir-Nya yang belum sesuai dengan harapan kita.

Demikia pula nantinya, kala kesenangan merengkuh kita. Rasa senang itu tak lebih dari reaksi kita pula dari sebuah keadaan yang memang telah kita inginkan. Karenanya, jangan heran jika kadang sesuatu yang diasumsikan sebagai kesenangan oleh sebagian orang justeru tak mendatangkan kebahagiaan kala ia benar-benar tiba.

Maka, menyiapkan diri untuk menyambut kesenangan juga penting. Persiapan tersebut adalah dengan memupuk rasa syukur (terima kasih). Rasya syukur yang dipersiapkan jauh sebelum kesenangan itu sendiri datang bisa mempercepat kebahagiaan menghampiri hati anda. Bahkan kala kesenangan benar-benar tiba, rasa syukur akan membuatnya menjadi berlipat ganda.

Saudaraku, sabar dan syukur adalah perangkat paling penting bagi seorang muslim untuk bertahan di dalam dinamika kehidupan ini. Kondisi apapun yang dihadapi, kita pasti akan membutuhan dua perangkat tersebut.

“ Bila kau bersyukur atas nikmatKu, maka akan Aku tambahkan nikmat itu padamu, namun jika kau kufur atas nikmatKu, ingat, azabKu sangat pedih “ ( QS Ibrohim : 7).

wallahu a’lam

13/01/2014

JENDELA NURANI
(Abdillah Syafei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *