Mengajak Kepada Kebaikan

Menyampaikan kebenaran di jaman seperti ini memang berat. Meski kita tidak berafiliasi pada kekuatan politik manapun, tetap akan cenderung dituduh membela pihak “lawan” dari kekuatan yang kebetulan sebagian perilakunya tak sesuai dengan poin yang kita sampaikan.

Salah satu cara mengurangi resiko itu adalah dengan tetap menjalin komunikasi yang baik dengan semua kelompok. Selain itu kita juga tidak boleh terlalu menampakan keakraban kepada salah satu kelompok agar tidak dituduh memusuhi kelompok satunya.

Apakah ini namanya tidak punya pendirian? Mungkin sebagian orang menuduh seperti itu. Namun bagi saya inilah bagian dari prinsip. Yakni bahwa kita hanya berpihak pada kebenaran bukan pada kelompok atau kekuatan.

Kita harus netral dalam hal-hal yang memang netral atau yang memiliki multi interpretasi. Namun soal benar dan salah, haq dan batil, kebaikan dan keburukan, kejujuran dan kebohongan, tidak ada kata netral.

Seorang penyeru kebaikan ya harus berpihak pada kebaikan. Hanya saja ia tidak serta merta melakukan permusuhan pada mereka yang berbuat buruk. Orang yang tersesat jalan itu pertama harus disadarkan dan diajak kembali pada kebenaran. Karena sejatinya setiap manusia itu terlahir dalan keadaan suci dan baik.

Bukankah tujuan dakwah itu memang buat mengajak saudara kita yang belum mengamalkan kebaikan agar berbuat baik? Dan menyadarkan dia betapa berbahayanya berada dalam kejahatan itu.

Wallahu a’lam

Abdillah Syafei

Abdillah
Abdillah