Memandang Kesalahan Orang Lain

Kadang bukan saya tak tahu orang lain atau tokoh itu berbuat salah, namun saya sadar diri bahwa salah saya mungkin lebih banyak dan lebih besar dari dia. Sehingga berat rasanya tangan ini untuk menulis postingan kritik, nyinyir, apalagi memperhinakan sang tokoh karena kesalahannya. 
Apakah saya berdiam diri melihat kemungkaran? Tentu tidak. Insya Allah saya tetap menyampaikan kritik secara pribadi atau tertutup jika memang saya melihat bahwa:
1) Itu benar-benar sebuah kesalahan yang disepakati salahnya. Bukan hal yang masih diperselisihkan oleh para ahli ilmu.
2) Kesalahan itu benar-benar karena kebodohan (ketidaktahuan) sehingga perlu saya beri tahu.
3) Kira-kira tidak ada orang yang lebih berkompeten dari saya yang menasihatinya. 
4) Karakter orang itu mudah menerima nasihat. Bila dinasihati oleh saya malah bakal lebih parah, maka saya memilih untuk menahan diri saja. 
Bila belum terpenuhi hal-hal itu, biasanya saya lebih memilih untuk  mendoakannya. Semoga orang tersebut dapat hidayah dan terbuka hatinya untuk berubah.  
Ya, yang bisa saya lakukan mungkin hanya di maqom “selemah-lemahnya iman”. 
Wallahu a’lam
2 Desember 2019
Abdillah
Abdillah