Memahami Mekanisme Pikiran Bawah Sadar Untuk Dunia Kepenulisan

Menulis sebenarnya bukan hanya mengungkapkan apa yang berada dalam pikiran sadar namun juga memunculkan hal-hal yang berada di pikiran bawah sadar manusia. Bentuknya bisa jadi berupa memori yang kemudian diolah menjadi sebuah runtutan logika berpikir yang kita tuangkan dalam kalimat.
Oleh sebab itu sangat bagus bila seorang penulis mau memahami mekanisme pikiran bawah sadar agar bisa mengelolanya dan menjadikan proses kreatifitas mengalir lebih lancar. 
Memang ini bukan hal yang wajib, karena mereka yang tak mengerti teori “pikiran bawah sadar” juga banyak yang menjadi penulis hebat. Mereka berkarya secara alami mengikuti nalurinya dan menghasilkan karya luar biasa. 
Namun sebenarnya sadar atau tidak semua proses itu pasti melibatkan unsur ‘bawah sadar’, bahkan sangat dominan. Hanya saja mungkin si penulis hebat tersebut tidak menyadarinya. Atau ia menyadari namun tidak tahu sebutannya saja.
Pendek kata, semua proses keahlian dan kreatifitas itu dominan berhubungan dengan pikiran bawah sadar. Bahkan bisa dibilang seluruh aktifitas manusia hanya melibatkan pikiran sadarnya beberapa persen saja. Mayoritas sikap, tindakan, dan reaksi terhadap lingkungan diri kita semuanya berjalan secara otomatis di bawah sadar.
Maka, memahami mekanisme pikiran bawah sadar merupakan hal yang bagus dikuasai oleh seorang yang bergelut di dunia kreatifitas termasuk kepenulisan. Meskipun, sekali lagi saya tegaskan itu bukan sebuah kewajiban.
Sebagian ahli pemberdayaan diri bahkan membuat beberapa metode yang mengefektifkan penggunaan pikiran bawah sadar, baik dalam proses belajar menjadi penulis maupun proses pembuatan karya tulis itu sendiri di taraf yang lebih tinggi.
Salam literasi jalanan 
Samarinda 30 Juni 2021
Abdillah
Abdillah