Kenapa Aku Nggak Diajak?

Judul di atas adalah satu diantara banyak ungkapan yang kadang membuat kita kesal. Bagaimana tidak, tak jarang kita mengajak kawan dalam suatu acara atau kegiatan tapi mereka cuek saja, seolah apa yang kita sampaikan nggak dianggap penting, namun lucunya begitu acara sudah berlangsung dan mereka melihat postingan kita keluarlah “mantera” penohok seperti itu. “Kenapa aku nggak diajak?”

Anda pernah mengalami itu? 

Kalau saya jujur saja pernah, bahkan beberapa kali yang kalau dalam istilah Arab bisa dibilang banyak (jamak) karena lebih dari tiga kali. Ya, beberapa kali saya “diserang” kawan dengan ucapan: “Wah, curang… Aku kok nggak diajak?”

Padahal sudah sering saya mengajak mereka dalam beberapa kegiatan atau acara yang saya adakan maupun yang saya hadiri, namun nyatanya mereka selalu memiliki seribu satu alasan untuk tidak hadir. Bahkan terkadang acara pelatihan yang saya adakan berbayar saya tawarkan gratis kepada merekapun, ya begitu endingnya. 

Pernah (dulu) saya mengadakan pelatihan seputar “teknologi pikiran” secara berbayar. Masih dalam masa pendaftaran ada beberapa kawan yang menjapri bahwa mereka sebenarnya kepingin ikut tapi sayang biayanya mahal. Maka saya berikan voucer gratis buat mereka asalkan serius mau hadir. 

Nyatanya apa? Pas hari H ada saja alasan untuk tidak mengikuti acara saya. Dan alasan-alasan itu saya yakin tidak akan ada sekiranya kemarin mereka membayar untuk ikut pelatihan saya. 

Ada yang beralasan ada undangan kawinan, ada yang katanya mau bantu tetangga yang lagi ada hajat, mau ngajak jalan anak, dan aneka alasan yang sebenarnya bisa ditinggalkan atau minimal diatur waktunya. Toh rata-rata pelatihan saya tidak pernah sampai seharian full. 

Ya, begitulah kecenderungan sebagian manusia. Sebenarnya mereka malas belajar atau kurang berminat untuk berkembang, lalu mencari kambing hitam atas “kebodohan” dan “kemalasan” yang swsungguhnya sangat mereka nikmati. 

Nggak bisa alasannya nggak punya uang buat biaya belajar. Nggak ikut kegiatan penting, alasannya nggak diajak. Intinya mereka malas dan tahu bahwa malas itu buruk, maka dicarilah alasan serta ‘kambing hitam’  supaya kemalasan itu mendapat permakluman bahkan kalau perlu pujian. Dan mungkin kadang sayapun menjadi orang yang seperti itu. 

Wallahu a’lam

Abdillah
Abdillah