Kami Ingin Menolong Saudara Kami

Entah apa yang bisa kami lakukan untuk menolong saudara kami di Rohingya sana? Sekat adminstrasi negara membuat langkah ini harus terhalang di hadapan meja birokrasi. Sementara mereka yang kita harap bisa mewakili suara kami dan jutaan saudara seiman lainnya, tiada aksi ataupun tindakan yang bisa menampung aspirasi kami.

Geram, marah jengkel dan benci hanya tersalur lewat ungkapan-ungkapan di media sosial. Tak lebih dari itu, karena kaki dan tangan kamipun terasa dibelenggu. Tak bisa berteriak menyampaikan kecamuk yang ada dalam hati, apalagi untuk berlari menyongsong lambaian tangan saudata seiman yang tengah menatap pilu meminta pertolongan.

Mana ulil amri kami, yang katanya harus ditaati? Mana para petinggi yang katanya pengemban urusan kami? Mana mereka-mereka yang mengklaim sebagai representasi suara kami di lembaga-lembaga negeri ini?

Kami seolah tanpa pemimpin yang mengayomi, tanpa politisi yang mewakili aspirasi, tanpa para pemilik harta yang diamanahi memberi bantuan kepada sesama manusia. Mereka yang mengemban tugas mengurusi urusan umat serasa pasif dan berkhianat.

Haruskah kami meletupkan gejolak amarah dalam jiwa ini dalam aneka aksi tanpa koordinasi. Dalam gerakan dahsyat tanpa.komando yang resmi?

Sungguh, kami masih berharap terhadap petinggi negeri ini. Negeri yang mayoritas penduduknya adalah muslim seperti kami. Negeri yang dulu juga pernah ternista dan teraniaya oleh kaum kafir harbi.

Jangan paksa kami! Jangan jebak kami untuk melanggar.konstitusi negeri ini! Karena kami ingin membantu saudara kami Rohingya dengan resmi. Kami ingin berjihad di belakang pemimpin negeri ini.

Allahu Akbar…!!!

02/09/2017

Abdillah
Abdillah