Kalimat Syahadat, Dengannya Kami Lahir dan Dengannya Kami Mati

Sekarang ini memang jaman fitnah. Sebagian kita dengan gampang memvonis orang lain dengan vonis yang tidak benar. Demi menciterakan pihak lain buruk dan membenarkan ucapan serta tindakan buruknya sendiri, kadang orang melemparkan vonis ngawur kepada orang lain. Yang penting orang lain BURUK dengan vonis itu, perkara benar atau salah urusan belakang. 

Sungguh itu adalah tindakan ngawur, panik dan membabi buta. Bagaimana tidak… Asal ada tulisan kalimat tauhid di sebuah acara langsung dianggap kena ‘tunggang’ HTI. Asal bicara syari’at Islam langsung dicap anti Pancasila dan NKRI. Dan parahnya lagi di medsos, asal profil menggunakan gambar Ar Rayah dan Al Liwa langsung dituduh anggota HTI. 

Rasa malu sudah tercabut dari pribadi-pribadi ambisius yang begitu fanatik pada tokoh maupun kelompok. Dimana demi tokoh atau kelompok itu, siapapun yang tidak seragam dengan kelompoknya dianggap musuh dan bahkan berdosa besar. 

Sesatkah pemahaman demikian? Jelas tidak diragukan lagi sangat sesat dan menyesatkan. Oleh karena itu kami sebagai organisasi yang menggunakan kalimat TAUHID (syahadat) sebagai lambang merasa perlu turut bersuara demi meluruskan pemahaman agar umat tidak termakan fitnah yang keji. 

Kalimat Tauhid adalah kalimat paling tinggi di hati dan jiwa setiap orang beriman. Dengan kalimat itulah kita berkeyakinan dan berharap keyakinan itu dibawa hingga mati. Dan kami sangat tidak terima jika diklaim bahwa Kalimat Tauhid (syahadat) hanyalah berarti milik HTI (Hizbut Tahzir Indonesia) semata. Kalimat itu adalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjadi identitas bagi umat Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam saat ini. 

 Enak saja… Sejak kapan HTI punya hak cipta dan hak paten untuk itu?   

Kami Brigade Muslim Baladika (BMB) adalah organisasi KEDAERAHAN yang tidak ada hubungan sama sekali dengan HTI kecuali hubungan aqidah. Kami juga mencantumkan kalimat SYAHADAT dalam bendera kami. Karena kami yakin bahwa Kalimat Tauhid adalah kalimat yang membawa Rahmat dan kasih sayang bagi daerah dan bangsa kami, bahkan bagi seluruh alam semesta ini.  

Demikian pula Ar Rayah dan Al Liwa, itu adalah bendera dan Panji milik Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam. Dan kami sebagai umatnya sangat wajar bila “berbangga” dengan dua identitas tersebut. Apakah dengan kalimat Tauhid dan dua identitas umat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam lalu pasti anti Pancasila?

Justeru kenyataannya selama ini mereka-mereka yang bertauhid dan umatnya Nabi Muhammad lah yang berjuang membela NKRI dari penjajahan. Mereka yang bertauhid lah yang selama ini berjibaku mempertahankan keutuhan NKRI. 

Dan siapakah yang selama ini ingin mencaplok atau menghancurkan NKRI? Siapakah penjajah yang dulu ingin merampas NKRI? Siapakah yang kemarin melakukan kudeta dengan membunuh anak bangsa? Jelas sekali bahwa mereka bukan orang-orang yang bertauhid. 

Wallahu a’lam

Abdillah
Abdillah