Jembatan kesuksesan itu adalah usaha dan perjuangan yang disepanjangnya bertabur onak duri dan rintangan. Tidak akan sampai seorang pejuang di ujung laga nya sekiranya ia tidak melewati jembatan yang membentang di atas cobaan.
Berapa banyak orang yang tak mau bersusah payah meniti jembatan, lalu menyangka bahwa dirinya akan bisa melompati jurang. Maka bila terjatuh, ia malah menyalahkan si pembuat jembatan. Ia menyangka bahwa jembatan itulah yang menyebabkan dirinya jatuh ke dalam jurang.
Padahal berapa banyak orang lain yang kini senang, bahagia dan memperoleh kepuasan lantaran mereka berhasil menyeberangi jembatan yang membentang. Terpaan angin, goyangan tali yang berayun, hingga ketakutan saat melewati titian membuat jiwa mereka menjadi tegar hingga sampai di akhir perjalanan yang melegakan.
Semoga segala rintangan yang menghadang jalan kehidupan kita menjadi penguat semangat dan penambah nilai ketaqwaan. Jangan biarkan diri kita jatuh dalam jurang kegelisahan. Jangan habiskan waktu untuk menyesali yang meratapi hal terjadi dan mengkhawatirkan yang belum terjadi.
Berbaik sangkalah bahwa Allah selalu melimpahkan ampunan, kasih sayang, bahkan kemuliaan kepada kita sekalian. Sebab berbaik sangka adalah kewajiban dan merupakan salah satu tanda bahwa kita adalah orang yang beriman….
Wallahu a’lam
JENDELA NURANI
(Abdillah Syafei)
26/01/2014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *