Tidak memandang profesi kita apa. Tidak melihat status sosial kita siapa. Tak membedakan suku dan bangsa. Siapapun dia yang masih hamba Allah Subhanahu wa Ta,ala, ketahuilah bahwa Tuhan kita melarang perbuatan dzalim. Siapapun pelakunya dan siapapun korbanya. 

Bila kita beriman kepadaNya, harusnya kita takut berbuat dzalim kepada siapapun meski kita dalam status di atas mereka. Meski tidak ada manusia lain yang melihat kita. Meski sorot kamera tak sampai ke tempat kejadian perkara. 
Ada Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Melihat. Ada para malaikat yang mencatat. Ada pahala dan dosa yang akan dipertanggung jawab. Dan ada balasan, baik di dunia maupun akhirat.
Ya, bila kita beriman… Beriman…. Dan beriman kepadaNya. Maka berhati-hatilah ketika berurusan dengan harta, darah, nama baik dan kehormatan orang. Karena bila sembrono dalam urusan itu, bisa menjerumuskan kita dalam tindak kedzaliman. 
Kecuali seorang yang tidak percaya adanya Tuhan, maka mungkin manusia tidak takut, bahkan merasa puas saat bisa berbuat dzalim kepada sesama mahluk. Apalagi bila mata hukum tidak mampu melihat kedzliman itu, iapun merasa aman. Ya, karena ia tak percaya adanya Tuhan. 
Bila kita mengaku berpancasila, pasti kita yakin eksistensi  Tuha Yang Maha Esa sehingga kita memiliki jiwa kemanusiaan yang adil dan beradab yang menumbuhkan kasih sayang diantara sesama.
Kasih sayang ini akan memperkuat silaturahmi dan bisa mengokohkan persatuan Indonesia. Kalaupun ada masalah kan bisa dimusyawarahkan sehingga masalah tersebut bisa dicarikan solusi yang bijaksana. Dengan begitu makan keadikan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, insya Allah akan dirasakan masyarakat. 
Selamat merayakan hari “Kesaktian Pancasila” 
Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *