JANGAN KAU TERJEBAK ASMARA

Assalamu alaikum. Sahabatku dunia maya, khususnya para wanita yang saat ini tengah dimabuk asmara,  dimana saja anda berada di belahan dunia. Perkenankan saudaramu ini menyampaikan sedikit untaian kata-kata.

Waspadalah kalian dengan jebakan cinta, karena kalian adalah mahluk yang mudah sekali tersentuh hatinya dan terbuai perasaannya. Bahkan pendidikan tinggi yang kalian jalani puluhan tahun sekalipun kadang seakan ‘hilang’ oleh asmara sesaat yang sebenarnya sangat tidak logis adanya.

Saudariku, sebagian kalian sering kehilangan akal sehat, ketika asmara telah menjerat dan romantisme kata-kata serta rayuan begitu indah memikat. Jiwa kalian terpenjara dalam jaring kuat yang menghilangkan kesadaran dan menumpulkan kecerdasan serta menghilangkan akal sehat.

Tidak semua, namun banyak diantara kalian yang mengalami seperti itu. Jutaan kisah pilu sudah diceritakan oleh sejarah umat manusia, namun pengulangan demi pengulangan terus terjadi dan tak pernah diambil pelajarannya selalu.

PUJIAN, SANJUNGAN, PERLAKUAN ISTIMEWA adalah hal-hal utama yang mudah menggoyahkan keimanan kalian. Kalian begitu gampang “Meleleh”  hanya oleh kata manis dan perlakuan bak puteri raja. Seolah pujian dan sanjungan adalah kebutuhan pokok kalian melebihi makan dan minum.

Saudariku sekalian, maafkan aku… Ini bukan celaan apalagi ingin merendahkan… Justeru ini adalah bentuk kepedulian karena aku tak rela kalian menjad KORBAN kaumku yang berakhlak tak sesuai aturan. Justeru karena aku tak ingin  kalian mengulang cerita kelam yang sudah banyak tercatat dalam sejarah cinta sepanjang jaman.

Saudariku, perbanyak mendekatkan diri kepada Allah… Cintailah Dia melebihi cinta kalian kepada kami kaum lelaki atau kepada apa saja. Karena hanya Dia lah yang cintanya tak bercacat cela.

Jangan mau masuk dalam asmara sesat, cinta pranikah. Karena hubungan asmara sebelum akad seromantis apapun dia tetaplah MAKSIAT. Jangan tergoda melanggar hukum agama, karena sesuatu yang salah di awalnya akan berpotensi salah hingga ujungnya.  Dan akhirnya PEYESALAN YANG TIADA HABISNYA.

Wallahu a’lam

05/01/2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *