Aku dan seorang wanita yang pipinya kempot dan wajahnya pucat bersama-sama pada hari kiamat seperti ini (Nabi Saw menunjuk jari telunjuk dan jari tengah). Wanita itu ditinggal wafat suaminya dan tidak mau kawin lagi. Dia seorang yang berkedudukan terhormat dan cantik namun dia mengurung dirinya untuk menekuni asuhan anak-anaknya yang yatim sampai mereka kawin (berkeluarga dan berumah tangga) atau mereka wafat. (HR. Abu Dawud dan Ahmad) 

Saya tidak tahu hadits ini shahih, hasan atau dhaif. Namun semoga ini memberikan motivasi, inspirasi, sekaligus penghiburan bagi saudariku para JANDA yang saat ini tengah sendirian merawat dan mendidik anaknya. 

Saudariku… Jangan minder dan merasa galau dengan status jandamu. Jangan minder dan galau jika setelah sekian lama menjanda belum juga bertemu tambatan hati baru atau malah sudah tak terlalu bersemangat mencari pendamping hidup baru lantaran perhatianmu tercurah buat anak. 

 Tetaplah tegar dalam iman dan taqwa sebagaimana ibunda Imam Syafi’i, seorang janda yang membesarkan dan menjadikan anaknya seorang ulama besar yang istimewa. 

 Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *