Bermedsos saat ini ternyata lebih mengasyikan. Butuh perjuangan dan pengorbanan waktu hanya untuk memposting sebuah kalimat pendek, apalagi untuk mengunggah sepotong gambar. Bahkan untuk membalas sebuah komentar kawanpun perlu menunggu beberapa menit.

Semakin terasa besar dan pentingnya nilai sebuah kebebasan informasi. Semoga ini memberikan hikmah kepada kita betapa sesuatu itu baru terasa penting ketika kita sulit utuk mendapatkannya, atau bahkan tidak ada lagi. 

Sahabat, mari syukuri apa yang telah kita miliki saat ini. Tubuh yang sehat, ekonomi yang baik, anak dan istri serta keluarga yang mengisi hidup kita. Jangan sampai hanya karena berbeda soal pilihan duniawi, lalu memutus silaturahmi. 

Perjuangan, bahkan perjuangan ideologi sekalipun bukan alasan bagi kita buat bermusuhan, selama kita masih beragama. Apalagi agama Islam. Permusuhan hanyalah untuk kedzaliman bukan untuk manusianya sebagai mahluk Tuhan. 
Bahkan pada pelaku kedzaliman sekalipun Rasulullah memerintahkan kita untuk menolong mereka selama masih bisa, bukan membinasakannya. Tidak beriman seseorang hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. 

Mari perbaiki hubungan yang masih bisa diperbaiki. Mari rekatkan persaudaraan yamg masih bisa direkatkan. Ikat ia dengan cinta dan kasih sayang. Bimbing yang masih salah menuju kebaikan. Dan jangan malu melakukan introspeksi untuk mengakui kesalahan sendiri. 

Percayalah bahwa saudara kitapun sama dengan kita, sama-sama hanya ingin kebaikan. Hanya saja kadang informasi yang salah menyebabkan ia juga tersalah menilai sesuatu itu baik atau buruk. Maka, kita buktikan bahwa apa yang sedang kita yakini serta kita perjuangkan adalah yang terbaik. 

Wallahu a’lam

Samarinda 18 Ramadhan 1440 H
✍️ Abdillah Syafei

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *