Pengaruh postingan medsos itu sangat besar. Penciteraan yang dibangun dari tulisan, gambar dan video, juga pengemasan narasi tertentu bisa membangun persepsi bahkan asumsi yang bertolak belakang dengan kenyataan.
Yang pandai bisa terlihat bodoh, sedangkan si bodoh bisa terkesan jenius. Yang miskin bisa seolah kaya sementara yang kaya tak kelihatan kekayaannya. Pun demikian yang buruk rupa bisa terlihat cantik sementara yang beneran cantik bisa jadi tidak nenarik.
Dan, yang susah bisa terlihat bahagia tapi yang bahagia terlihat susah bahkan menderita.
Pendek kata, apa yang kita baca, saksikan dan tangkap secara fisik di media sosial itu tidak bisa serta merta diyakini sebagai sebuah kebenaran bila belum terkonfirmasi di dunia nyata.
Sayangnya tidak sedikit diantara kita, bahkan mungkin kadang kita sendiri, percaya begitu saja terhadap ‘ilusi’ yang dihasilkan oleh dunia maya lalu terpengaruh untuk mengambil keputusan penting dalam hidup hanya dengan itu.
Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *