Hujan, Dulu Penuh Berkah Kini Jadi Musibah

Jaman dahulu kala, hujan adalah fenomena alam yang sangat ditunggu-tunggu. Saat langit terlihat mendung dan tetes air mulai turun, kami tersenyum gembira. Tergambar di benak bahwa cuaca akan menjadi sejuk, pohon-pohon menjadi segar dan tanaman di ladang semakin subur. Harapan besar panen musim itu menjadi berlipat ganda. 

Namun sekarang? Sebagian besar kita justeru menjadi was-was dan khawatit saat menatap gumpalan awan hitam di angkasa sudah menjadi curahan hujan. Yang terpikir adalah akan terjadi banjir, rumah dan jalanan tergenang, berangkat kerja dan bersekolah terhalang. Aktifitas ekonomi lumpuh. Ditambah lagi kadang lampu (listrik) padam. 

Ya, kondisi memang telah berubah. Mari kira renungi firman Allah berikut ini:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS: Al-A’raf: 96).

Wallahu a’lam

✍️ Abdillah Syafei

Abdillah
Abdillah