Hidup Kita Memang Untuk Berperang

JENDELA NURANI: Saudaraku, peperangan terutama perang pemikiran (ideologi) selalu terjadi sepanjang sejarah dunia. Sejak iblis memproklamirkan permusuhan kepada Adam dan Hawa, maka sejak itulah kita selalu disibukan dengan perjuangan setiap saatnya.
Peperangan yang dilakukan iblis ini tak hanya sebatas godaan jiwa, namun hingga kepada bentrokan fisik di dunia nyata. Ya, tentunta bala tentara Iblis yang bernama Syaithan itu ada yang berbentuk jin dan ada yang berwujud manusia.

Syaithan berbentuk Jin selalu berusaha menyesatkan pemikiran/aqidah manusia dan syaitan yang berwujud manusia akan menggunakan segala tipu daya untuk menyebarkan kejahatan dan melumpuhkan hingga menghilangkan kebaikan. Maka jangan heran jika ada manusia yang selalu mendakwahkan kemusyrikan dan kemaksiatan. Bahkan tak jarang mereka memanipulasinya agar kebaikan disangka kejahatan dan sebaliknya kejahatan disangka kebaikan.
Banyak kemudian orang yang tertipu oleh manipulasi syaithan ini. Siapa mereka? Yakni orang-orang yang tidak mau mentaati Allah dan RasulNya. Mereka beragama berdasar perasaan. Baik dan buruk dirumuskan berdasar akal. Bahkan celakanya benar dan salah diukur berdasarkan selera dan kecenderungan mereka.
Banyakkah orang yang seperti itu? Oh, banyak sekali. Bahkan jika kita berkaca dengan firman Allah, ternyata justeru kebanyakan manusia di muka bumi ini akan menyesatkan kita dari jalan Allah.
Mengapa begitu? Karena kebanyakan manusia tidak berilmu. Orang berilmu adalah minoritas dari jumlah umat manusia. Apalagi orang berilmu yang dengan ilmunya ia takut serta taat kepada ajaran Allah Subhanahu wa Ta’ala, tentu lebih sedikit lagi.
Jadi?
Saudara…. Perjalanan hidup kita ini isinya selalu perjuangan dan peperangan. Perjuangan mempertahankan kesholehan dan peperangan melawan tipu daya syaithan dan bala tentaranya, baik secara batin (ruhani) maupun secara fisik (jasmani).
Oleh sebab itu, mari selalu waspada dan jangan pernah berhenti menempa diri meningkatkan kualitas fisik dan mental serta menjaga diri dan keluarga dari serangan syaithan dan bala tentaranya itu. Jangan terlena dengan kemegahan dan nikmatnya dunia.
Lalu kalau hidup ini sejatinya adalah peperangan, kita harus keras dan agresif?
Tidak juga… Allah dan RasulNya justeru mengajarkan agar kita menjadi pejuangan yang selalu berbuat baik, berperang dengan beradab dan menjadi teladan soal bagaimana menjadi rahmat bagi semesta alam.
Perang tak serta merta membuat kita halal berkata keji dan berbuat nista. Perang tak lalu membuat kita dimaklumi untuk berlisan busuk dan beramal buruk. Karena sejatinya perang bagi kita adalah ibadah, bukan alat penghancur dan pemusnah dunia. Maka sekiranya kita masih bisa untuk tak menumpahkan darah dalam berperang, cara itulah yang wajib untuk dipilih.
Ya,  perang bagi kita adalah Ibadah, tentang bagaimana mengalahkan syaithan yang tak tampak dalam rangka menaklukkan syaithan yang berwujud nyata. Atau kedua-duanya. 
Wallahu a’lam
Abdillah
Abdillah