Harusnya, Kedepan Lebih Baik

Alhamdulillah, masih, bisa bangun di awal tahun 2016 ini. Semoga semua sudah shalat subuh dan tak kesiangan gara-gara ‘keributan’ perayaan malam pergantian tahun tadi malam. 🙂 
Saya (mungkin) bisa dibilang orang yang tidak suka hura-hura di malam pergantian tahun, namun toh tetap sulit untuk bisa tidur lebih awal karena suasananya yang memang tak mendukung. Suara petasan dan kembang api yang memekakan telinga,  ditambah musik dari soundsystem tetangga yang menggedor dada, adalah sebagian dari polusi suara yang cukup membuat kita susah untuk memejamkan mata.

Tapi… Ya, biarlah. Kita toh tak mungkin marah-marah. Selain itu perbuatan sia-sia, juga tak akan menyelesailan masalah. Mungkin kita hanya bisa mengambil hikmah dan pelajaran berharga atas semua ini.
Dan pelajaran yang paling berharga bagi para da’i, adalah bahwa tugas kita ‘mengislamkan orang Islam’ masih butuh kesabaran dan perjuangan panjang. Apalagi di jaman modern seperti saat ini, dimana banyak orang yang telah merasa pandai dan bijak hingga meremehkan para agamawan dan cendikiawan, memberikan pencerahan butuh strategi dan kesabaran ekstra.
Apalagi hedonisme dan materialisme begitu besar mempengaruhi hidup umat manusia. Segala yang berbau hura-hura, kebebasan dan aneka kesenangan begitu menggoda di mata kita. Celakanya bagi sebagian da’i syu’ (buruk), tradisi dan perilaku buruk pun dicarikan ‘dalil’ nya meski harus memelintir dan memaksakan ayat-ayat.
Sebagai da’i yang berjuang di jalan Allah, yang bertanggung jawab membimbing umat, kita tak boleh putus asa lalu mencela umat yang masih suka melakukan hal-hal yang berbau kemaksiatan. Yang harus kita lakulan adalah tetap berjuang memgendalikan emosi kita sendiri agar bisa berbicara santun dan yang bisa dicerna serta diterima oleh umat.
Dan mungkin lebih tepat jika kita lakukan kebaikan dan perbaikan itu mulai dari diri, keluarga dan lingkungan sendiri. Mudah-mudahan dengan keteladanan umat akan lebih mudah disentuh hatinya.
Sulit?… Berat?…. Melelahkan?
Ya, itulah yang namanya PERJUANGAN…! 
Wallahu a’lam
01/01/2016
Abdillah
Abdillah