Dzalim Tanpa Sadar

Dzolim itu kadang tak terasa dan tak sengaja kita lakukan. Kapan itu terjadi? Saat kita kehilangan objektifitas karena tak lagi menghiraukan hati nurani dan lebih menuruti emosi. 
Ya, banyak diantara kita yang sesungguhnya tak ingin berbuat dzalim namun kenyataannya sudah mendzolimi orang lain. Orang lain itu bisa anak dan istri kita, pegawai kita, bawahan di organisasi, bahkan orang yang sebelumnya tidak kita kenal sama sekali.
Ketika kita marah, senang, sedih, dan aneka emosi yang berlebih, biasanya kehilangan kontrol diri. Saat marah kita cenderung melupakan segudang kebaikan orang dan memperbesar setitik kesalahan yang dia lakukan. Lalu kita berkata, bersikap atau bahkan bertindak yang menyakiti orang tersebut.
Demikian pula sebaliknya, saat kita senang kepada seseorang akan perkataan, sikap atau malah bantuannya, bisa terjadi kita melupakan kejanggalan-kejanggalan dari sikap baik berlebihan tersebut. Celakanya kadang kita memandang wajar sebuah kejahatan yang dia lakukan kepada orang lain , hanya lantaran kita sudah mabuk oleh “jilatan” orang tersebut. Kitapun lalu melupakan dan meremehkan orang-orang yang tulus menyayangi dan membela kita.
Ibarat orang berpoligami, saat masih berbulan madu dengan ‘istri baru’ istri lama tak ada lagi baik-baiknya, semua buruk dimata kita. Sementara istri muda yang ada hanya mesra dan sayang berhias kalimat-kalimat indah, belum keluar watak aslinya.
Kondisi seperti ini tentu bukan kondisi yang baik bagi kepribadian seorang manusia. Kedua kondisi di atas sama-sama berpotensi besar menyebabkan kita menjadi manusia dzalim. Ya, karrna baik dan buruk, benar dan salah serta cinta dan benci tak lagi diukur dengan nilai kebenaran, tetapi sudah menggunakan hawa nafsu dan perasaan.
Yang menyenangkan hati dianggap baik dan yang tak sesuai hawa nafsu dianggap jelek. Dan ini berpengaruh pada perlakuan kita kepada orang di luar diri kita. Sedangkan perlakuan yang tidak semestinya menurut agama termasuk DZALIM.
Wallahu a’lam
JENDELA NURANI
(Abdillah Syafei)
Abdillah
Abdillah