Bagi yang tak menyadari hakikat diri, diremehkan itu tentu menyakitkan. Padahal seremeh apapun anda di mata orang, tidak akan mengurangi potensi dan kehebatan anda.
Dianggap bodoh tidak akan mengurangi kepandaian anda. Diangap lemah tak mengurangi kekuatan anda, dianggap miskin tidak mengurangi kekayaan anda, dianggap buruk rupa tidak mengurangi kecantikan atau ketampanan anda.
Tak perlu berhajat dengan sanjungan jika sanjungan itu di atas keadaan sebenarnya diri anda. Dibilang pandai kalau memang bodoh ya tak akan berubah pintar. Dibilang kaya kalau memang miskin ya tak akan bertambah harta. Disanjung dengan sebutan ganteng atau cantik, kalau memang wajah pas-pasan ya nggak akan menjadi kinclong. Pendek kata dipuji-puji dengan sebutan hebat, kalau memang payah ya tetap payah.
Justeru bila anda mementingkan subtansi, peremehan itu kadang sangat menguntungkan. Diantaranya, karena dianggap remeh anda tidak akan diberi tugas yang berat-berat sehingga beban juga menjadi ringan. Atau gara-gara diremehkan, dianggap tidak bisa apa-apa, anda menjadi mudah menang dalam sebuah kompetisi lantaran saingan (atau musuh) anda tidak mempersiapkan diri dengan maksimal karena menganggap anda tidak mungkin bisa menyaingi dia.
Dan yang pasti, peremehan orang lain terhadap diri anda akan membuat kehebatan anda nantinya menjadi sangat dahsyat dan luar biasa di mata dia (si peremeh) dan orang lain. Dan itu akan membuat kesuksesan anda terasa maksimal hasilnya.
Orang yang meremehkan pasti akan berkata: “Tidak kusangka ternyata dia mampu melakukan hal itu.”
Perhatikan kata “Tidak kusangka”, itu menunjukan bahwa sebelumnya dia “meremehkan” anda. Karena berarti dia menyangka anda tidak mampu alias dia menganggap sepela anda pada awalnya.
Jadi, jangan lagi sedih, kecewa apalagi marah ketika anda diremehkan orang. Yang lebih penting adalah membuktikan pencapaian maksimal dari apa yang bisa anda lakukan.
Oya, saudara… peremehan itu bisa berbentuk sikap, ucapan ataupun tindakan. Semua bisa dilakukan oleh siapa saja, baik orang yang mencintai anda apalagi orang yang memang benci dan dengki kepada anda. Peremehan itu adalah ekspresi perasaan spontan yang hadir dari serangkaian kesan yang muncul tentang diri anda di mata orang lain.
Maka, sikapilah ia sebagai hal wajar. Tidak perlu marah dan kecewa, karena itu memang bermula dari “kesalahan” kita sendiri yang tidak cukup mampu meyakinkan perasaan orang lain. Bisa jadi karena penampilan kita, gaya bicara, sikap, maupun pembawaan lain yang membentuk kesan di hati mereka.
Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *