Bertanyalah kepada ahlinya dalam persoalan apapun. Soal  sepeda pada ahli sepeda, soal kuliner pada ahli makanan, soal kesehatan pada ahli kesehatan. Demikian pula soal agama, tentu kepada para ulama.

Jika kau tak setuju dengan pendapat mereka (para ahli itu) cukup katakan: “wah, saya tampaknya tak bisa mengikuti saran para ahli”. Tak perlu mencela mereka hanya lantaran pendapat mereka tak sesuai hawa nafsumu. Apalagi sampai minta sang ahli membuat pendapat yang bertentangan dengan dasar keilmuan mereka.

Mereka berpendapat sebagai bagian dari tanggung jawab ilmiah dan tanggung jawab profesionalisme mereka. Lagi pula biasanya para ahli itu hanya membuat kajian ilmiah dan mengemukakan pendapat sesuai bidangnya. Mereka tak pernah memaksa bahwa orang lain harus mengikuti pendapatnya. Karena pendapat mereka bukan undang-undang, dan mereka juga bukan aparat hukum (polisi dll).

Jika seorang ahli saja dicela sebab berpendapat, lalu bagaimanakah kita memiliki khazanah ilmu? Dan dimanakah rasa malu kita sebagai manusia? Bukankah pepatah lama berkata: “KALAU WAJAH YANG BURUK, JANGANLAH CERMIN YANG DIBELAH.”

Allahu a’lam

23/12/2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *