Biarkanlah Orang Lain dengan Minat dan Bakatnya

Misalnya nih… Ketika ada kawan yang hobi memancing, saya tak akan berkata: “ngapain capek-capek mancing, kayak kurang kerjaan saja. Beli ikan di pasar lebih praktis,” hanya gara-gara saya nggak hobi memancing.

Atau lantaran saya tak suka olah raga panjat tebing, saya tak kepingin mencela kawan atlit panjat tebing dengan mengatakan mereka bodoh, ada saja jalan mulus menuju puncak kok memilih lewat tebing.

Atau pula, hanya karena saya tak pandai bermain bola, saya tidak akan nyinyir mengatakan tim sepak bola itu sebagai kumpulan orang konyol yang memperebutkan sebutir bola hanya untuk ditendang jauh.

Kadang, kita ini suka bersikap aneh. Kita tak kepingin diatur orang namun suka mengatur orang. Paling tidak ekspresi keinginan mengatur orang itu ditampakan dengan sikap nyinyir pada aktifitas orang lain. Dalam konteks medsos, tak suka membaca postingan kawan medsos yang bukan selera kita.

Kita yang tak suka politik marah orang lain posting berita atau analisa politik. Sebaliknya yang hobi politik dan tak suka bisnis, nyinyir sama mereka yang posting jualan. Demikian pula profesi, kesenangan dan hobi lainnya bisa saling hina dan cela karena tak rela orang lain berbeda selera sama kita.

Saya rasa tak perlu kita dengki dengan kelebihan dan prestasi orang lain, lalu bertindak over ackting. Karena sesungguhnya malu itu bagian dari iman.

Wallahu a’lam

✍️ Abdillah Syafei

Abdillah
Abdillah