Belajar Dengan Waktu

Teringat ucapan seorang sahabat ketika menghadiri acara para sastrawan di Banjarbaru beberapa pekan lalu. Beliau mengatakan intinya, “Belajarlah dengan waktu, karena ia akan membuka semua perilaku yang telah kita perbuat. Apakah perilaku kita itu tulus dan ikhlas ataukah mengandung manipulasi dan kepentingan nafsu pribadi,”
Ya, dalam banyak kejadian di kehidupan ini, ketika benar dan salah sulit diidentifikasi, saat ikhlas ataukah penuh tendensi saling tuduh dan saling klaim, kebenaran akan muncul dengan sendirinya seiring waktu yang berjalan. Akhir dari suatu tindakan akan sampai pada tampilan apa adanya. 
Seorang yang lantang berkoar bahwa ia berjuang ikhlas mengabdi kepada umat, tak mengejar jabatan dan penghormatan toh akhirnya tendensi ‘jahat’ yang disembunyikan dalam hati tak tahan juga untuk hadir menampakan ‘wujudnya’. Akhirnya (benar kata sahabat saya tadi) waktu akan memperlihatkannya. 
Demikian pula sebaliknya, orang yang difitnah penyeleweng, pengincar jabatan dan kemasyhuran, bahkan dianggap pemecah belah umat, akhirnya juga akan kelihatan bahwa apa yang dia lakukan benar-benar tulus dan penuh keikhlasan. Akan tampak saat ia memiliki peluang dan kekuatan memperoleh jabatan dan menjatuhka orang lain, namun ia tak melakukan itu. Ia tetap dengan jangkah lurusnya menapak jalan perjuangan. Tak perduli celaan dan hinaan dan tak mabuk oleh pujian dan sanjungan.
Semoga Allah selalu menjaha hati kita agar senantiasa ikhlas dan tulus berjuang di dalam barisan kebenaran. Tak ambisius kecuali hanya untuk meraih ridha Allah dan cinta Rasulullah beserta orang-otamg shalih. Hina dimata para penjahat lebih membahagiakan dan menentramkan.. Insya Allah. 
Samarinda, 25 Desember 2017/07 Rabiul Akhir 1439
JENDELA NURANI
(Abdillah Syafei)
Abdillah
Abdillah