Jujur saja selama ini kegiatan bekerja, berdakwah dan menyalurkan hobi saya tetap berjalan sebagaimana biasa. Rasanya sih tidak ada yang berubah.

Namun tampaknya tidak demikian yang dirasakan oleh sebagian sahabat dan keluarga yang hanya bisa memantau melalui media sosial.

Di awal bermedsos memang saya lebih banyak memposting kegiatan dakwah dibanding pekerjaan maupun hobi. Walhasil yang masuk ke pikiran bawah sadar mereka setiap hari mungkin hanya itu.

Mereka tidak tahu bahwa di luar dakwah saya juga bekerja di kantor dan berkumpul dengan komunitas-komunitas lain yang berkaitan dengan hobi saya.

Sampai di suatu waktu, saya mulai mengurangi postingan yang berkaitan dengan kegiatan dakwah, meskipun secara nyata dakwah tetap berjalan bahkan lebih tinggi.

Akibatnya apa? Sebagian sahabat aktifis mengira saya sudah kurang aktif lagi berdakwah. Apalagi dengan penampilan (busana) saya yang pastinya saat berkesenian dan lainnya tidak sama dengan penampilan saat dalam kegiatan dakwah.

Sehingga kesannya saya sudah futur (berhenti) dari dakwah.

Demikian pula saat jarang memposting kegiatan seputar hobi saya, mungkin sebagian kawan yang se-hobi mengira saya nggak lagi beraktifitas. Komunitas pencaksilat, teknologi pikiran, sulap, dan kepenulisan adalah sebagian dari dunia saya di luar dakwah dan pekerjaan.

Dan memang yang paling terasa itu adalah kawan-kawan aktifis dakwah yang perhatiannya soal ini lebih besar. Maka sekarang saya mulai sering lagi memposting hal-hal yang berkaitan dengan pilihan jalan hidup ini (dakwah).

Jadi, kalau sekarang postingan foto atau berita saya banyak yang berbau dakwah, bukan berarti kegiatan hobi saya berhenti. Semua tetap berjalan sebagaimana dulu. Tidak ada yang terlalu berubah.

Insya Allah, ada waktunya saya bekerja mencari nafkah, ada masanya saya menghibur diri dan bersosialisasi dengan hobi-hobi saya. Dan yang pasti, insya Allah dunia dakwah terus saya jalani karena memang itu pilihan hidup ini.

Bahkan terusterang, bekerja dan berkegiatan lainnya semua tetap dalam bingkai amar makruf nagi munkar. Yakni apapun yang saya kerjakan dalam profesi maupun hobi saya tidak akan jauh dari upaya mengajak kepada kebaikan alias dakwah.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *