Akhir Ramadhan tahun 1440 H ini merupakan akhir Ramadhan paling unik bagi keluarga besar Sandima (Sandiwara Mamanda). Tepat di hari ke 30, dua orang anggota terbaik kami menghembuskan nafas terakhirnya. Mereka adalah pak Syahlan Khan dan pak Helmi Yadi. Dua orang yang berada di posisi berbeda pada tim Sandima.

Pak Syahlan Khan adalah orang yang tampil di depan layar (di panggung), bahkan ia adalah pembuka dari setiap pementasan Sandima kami. Bersama pak Muhammad Nurrohim beliah bersyair LADUN membuka cerita. 

Adapun pak Helmi, beliau adalah salah seorang anggota tim yang ada di balik layar. Keahlian beliau di bidang sound membuat beliau selalu kami butuhkan manakala ada pementasan di luar acara TV. Terutama saat pentas keliling Sandima ke ratusan sekolah se Samarinda tahu lalu, beliau selalu ikut terlibat. Bahkan di luar pementasan beliau yang hobi memasak ini sering menjadi koki kami. Biasanya kami ngumpul di markas Dewan Kesenian Kota Samarinda yang waktu itu numpang di lantai 4 gedung Dinas Pendidikan. 

Wafatnya dua sahabat di hari yang bersamaan dan di bulan yang penuh keberkahan Ramadhan, tentu saja membuat kami sangat bersedih. Namu dibalik kesedihan itu ada juga terselip harapan bahwa almarhum berdua wafat dalam keadaan husnul khatimah. Detik-detik dalam Ramadhan adalah detik-detik yang sangat penuh dengan rahmat, berkah dan ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

Semoga beliau berdua saat ini sedang tersenyum bahagia di istana indahnya masing-masing. Semoga telah hapus semua dosanya, diberi kelapangan serta kenikmatan alam kuburnya. Dan kita yang saat ini masih mendapat jatah kehidupanpun, nantinya memperoleh husnul khatomah bila tiba waktu untuk menyusul mereka menghadap Allah Subhanahu wa taala… Aamiin

TABUSALAH SARAI SARAPUN 

TANAMAN RAJA URANG AULIA

KALAU TASALAH MEMINTA AMPUN

ADAT KARASMIN DALAM ISTANA

Kota Tepian 6 Juni 2019

(Wazir Kesultanan Loah Maurai)

Abdillah
Abdillah